Showing posts with label Operational Research. Show all posts
Showing posts with label Operational Research. Show all posts

OPTIMASI

OPTIMASI adalah Penggunaan teknik-teknik matematis untuk membuat model dan menganalisa permasalahan yang berkaitan dengan alokasi optimum dari sumber daya yang terbatas.
  • OPTIMASI pertama kali digunakan di bidang militer oleh angkatan perang inggris.
  • OPTIMASI digunakan untuk menyelesaikan masalah pemakaian sumber logistik yang terbatas dengan cara yang seefektif mungkin.
KOMPONEN UTAMA PERSOALAN KEPUTUSAN
Objective (tujuan)
hasil akhir yang hendak dicapai dengan cara memilih suatu tindakan yang paling tepat untuk sistem yang dipelajari.
contoh objectives:
- memaksimalkan laba
- meminimalkan biaya
- memaksimalkan tingkat pelayanan pada konsumen, dll
Variable
menggambarkan alternatif tindakan yang dapat dilakukan oleh pengambil keputusan untuk mencapai tujuannya
MODEL-MODEL DALAM PENELITIAN OPERASIONAL
  • Model Ikonis/Fisik
Penggambaran fisik dari suatu sistem, baik dalam bentuk yang ideal maupun dalam skala yang berbeda
contoh: foto, blueprint, peta, globe, maket
  • Model Analog/Diagramatis
model yang dapat menggambarkan situasi-situasi yang dinamis. Model ini dapat dijadikan analogi bagi karakteristik sesuatu yang sedang dipelajari.
contoh: kurva biaya produksi, flow chart, dll
  • Model Simbolis/Matematis
model yang menggambarkan dunia nyata melalui simbol-simbol matematis
  • Model Simulasi
model yang meniru tingkah laku sistem dengan mempelajari interaksi komponen-komponennya. Model ini tidak memerlukan fungsi-fungsi matematis secara eksplisit untuk merelasikan variabel-variabel sistem, sehingga dapat digunakan untuk memecahkan sistem kompleks yang susah dimodelkan dengan model matematis.
  • Model Heuristik
metode pencarian yang didasarkan atas intuisi atau aturan-aturan empiris untuk memperoleh solusi yang lebih baik dari solusi yang sebelumnya
METODOLOGI PENELITIAN OPERASIONAL
  • Langkah 1: Memformulasikan persoalan
Definisikan persoalan dengan lengkap, tujuan dan semua hal yang terkait
  • Langkah 2: Mengobservasi sistem
Kumpulkan data untuk mengestimasi besaran parameter yang berpengaruh terhadap persoalan yang dihadapi
  • Langkah 3: Memformulasikan model dari persoalan yang dihadapi
Pada model matematis, di tahap ini, dirumuskan persamaan dan pertidaksamaan yang menggambarkan sistem. Apabila persoalan sangat kompleks sehingga susah diformulasikan dengan model matematis, maka model simulasi dapat digunakan
  • Langkah 4: Mengevaluasi model dan menggunakannya untuk prediksi
Pada langkah ini, tentukan apakah model matematis yang dibangun pada langkah 3 telah menggambarkan keadaan nyata secara akurat. Jika belum, dibentuk model yang baru
  • Langkah 5: Mengimplementasi hasil studi
Pada langkah ini kita harus menerjemahkan hasil studi atau hasil perhitungan ke dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti

MATERI OR1
  • Pendahuluan Penelitian Operasional (OR)
  • Model Deterministik
  • Linear Programming
  • Pengertian Umum
  • Memodelkan persoalan dengan linear programming
  • Teknik pemecahan linear programming
  • Teori dualitas
  • Analisa kepekaan
  • Tipe khusus persoalan linear programming
  • Transportation problem
  • Transhipment problem
  • Assignment problem
  • Integer Programming
  • Goal Programming

ANALISIS KEPEKAAN

Analisis Kepekaan adalah
analisis yang dilakukan untuk mengetahui akibat/pengaruh dari perubahan yang terjadi pada parameter-parameter LP terhadap solusi optimal yang telah dicapai

Perubahan parameter LP yang dapat mempengaruhi solusi optimal contohnya adalah perubahan pada:
Koefisien fungsi tujuan untuk variabel nonbasis
Koefisien fungsi tujuan untuk variabel basis
Perubahan pada ruas kanan suatu pembatas
Perubahan kolom untuk suatu variabel nonbasis
Penambahan suatu variabel atau aktivitas baru
Penambahan suatu pembatas baru
Analisis Kepekaan dapat dilakukan dengan menggunakan metode:
Metode Grafis
Dengan Tabel Simpleks
Analisis Kepekaan dengan Tabel Simpleks
  1. Perubahan koefisien fungsi tujuan untuk variabel nonbasis
  2. Perubahan koefisien fungsi tujuan untuk variabel basis
  3. Perubahan pada ruas kanan fungsi pembatas
  4. Perubahan kolom untuk suatu variabel nonbasis
  5. Penambahan suatu variabel atau aktivitas baru
  6. Penambahan suatu pembatas baru
Contoh Soal:
Maksimumkan:
z = 60x1 + 30x2 + 20x3
Berdasarkan pembatas:
8x1 + 6x2 + x3 ≤ 48
4x1 + 2x2 + 1,5x3 ≤ 20
2x1 + 1,5x2 + 0,5x3 ≤ 8
x1,x2,x3 ≥ 0

Perubahan Koefisien Fungsi Tujuan Untuk Variabel Nonbasis
  • Kasus ini terjadi karena adanya perubahan, baik pada kontribusi keuntungan maupun pada kontribusi ongkos dari kegiatan yang direpresentasikan oleh variabel nonbasis
  • Perubahan c variabel nonbasis (c2) tidak akan merubah B-1b (ruas kanan) dan CBV.
  • Perubahan c variabel nonbasis (c2) akan menyebabkan perubahan koefisien baris 0 dari variabel nonbasis yang bersangkutan (x2) pada tabel optimal
  • Untuk kasus maksimasi, BV akan tetap optimal jika


dan BV akan menjadi suboptimal jika


Contoh:
C2 berubah dari 30 menjadi 30+Δ, berapakah Δ yang diperkenankan agar solusi saat ini tetap optimal?
Jawab:
Untuk kasus maksimasi, BV akan tetap optimal jika

dan BV akan menjadi suboptimal jika
Agar dan BV tetap optimal,maka (5 – Δ) harus ≥ 0 atau Δ ≤ 5.

Perubahan Koefisien Fungsi Tujuan Untuk Variabel Basis
  • Perubahan c variabel basis akan mengubah cBV sehingga beberapa koefisienpada baris 0 dari tabel optimal akan berubah
  • Perubahan c variabel basis juga akan mengubah nilai zoptimal
Misalkan c1 berubah dari 60 menjadi (60+Δ), maka cBV yang baru menjadi [0 20 (60+Δ)] sehingga:
Perubahan Kolom Variabel Nonbasis
  • Perubahan ini tidak akan mempengaruhi ruas kanan tabel optimal
  • Perubahan ini akan mengubah elemen baris 0 dari tabel optimal
  • Jika c’≥0, solusi basis saat ini akan tetap optimal
Perubahan Kolom Variabel Basis
  • Perubahan ini akan mempengaruhi B, cBV, sehingga baris 0 dan ruas kanan dari tabel optimal juga mungkin berubah
  • Karena hampir semua elemen berubah, maka sebaiknya prosedur pemecahan LP diulang lagi dari awal